Kenali Tanda Depresi saat Hamil dan Cara Mengatasinya

4 Tanda Terjadinya Depresi saat Masa Kehamilan

Selama masa kehamilan bukan hanya artikel parenting tentang kesehatan fisik yang perlu diketahui tetapi juga tentang kesehatan mental. Pada masa kehamilan besar kemungkinan akan mengalami depresi yang disebabkan kecemasan berlebihan. Kondisi depresi selama hamil cenderung tidak diketahui karena sering dianggap sebagai perubahan hormon di dalam tubuh.

  1. Cemas Berlebihan

Kecemasan adanya perubahan gaya hidup saat masa kehamilan merupakan hal yang wajar. Beberapa bulan pertama hal ini akan mempengaruhi pikiran itu sering dialami orang pada umumnya. Hanya saja jika kecemasan yang dialami terus-menerus terjadi dan semakin tinggi tingkat kecemasannya, maka ini menandakan Anda mengalami depresi.

Depresi yang dialami ini akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari seperti kurang nafsu makan, tidur yang tidak nyenyak, atau pun kesulitan tidur. Bahkan cemas yang berlebihan membuat Anda sering menangis tanpa sebab yang jelas. Menangis secara berlebihan tentu akan menyita banyak energi yang ada di dalam tubuh.

  1. Selera Makan

Tanda kedua dari informasi parenting tentang depresi pada masa kehamilan yaitu adanya perubahan selera makan. Perubahan sebagai tanda depresi tidak terjadi karena adanya mual atau pun muntah. Depresi yang dialami membuat Anda tidak ingin makan, jika pun makan porsinya hanya sangat sedikit. Bahkan jika ingin terus makan tanpa terkontrol juga tanda dari depresi.

Ketika Anda tidak makan atau porsi makan sangat sedikit akan mempengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan hingga berisiko keguguran. Jika makan dengan jumlah yang tidak terkontrol maka akan berisiko mengalami obesitas di masa kehamilan dan akan berdampak pada bayi. Penting sekali untuk menjaga pola makan selama masa kehamilan.

  1. Mudah Lelah dan Insomnia Berat

Tanda berikutnya dari depresi yang dialami adalah mudah merasa lelah sehingga membuat Anda tidak melakukan aktivitas apa pun. Anda juga akan mengalami insomnia yang berat sehingga tidak bisa membuat pikiran dan tubuh beristirahat dengan cukup. Kecemasan dan kelelahan yang menyatu mengganggu jam tidur dan akan berisiko pada kehamilan.

  1. Interaksi Sosial

Depresi pada masa kehamilan akan mempengaruhi perubahan dalam interaksi sosial seperti tidak ingin keluar rumah atau tidak ingin berjumpa siapa pun. Kondisi ini terjadi ketika adanya perubahan tubuh yang signifikan selama kehamilan.

Seperti tumbuhnya jerawat yang terlalu banyak dan badan yang sangat kurus selama masa kehamilan. Ketika berinteraksi pun akan menjadi lebih sensitif dengan mudah tersinggung. Hal ini juga terjadi pada pasangan sendiri. Pada masa ini Anda akan sangat membutuhkan dukungan dari pasangan untuk bisa merasa aman dan percaya diri.

Tidak hanya kekurangan asupan gizi yang dapat mempengaruhi kondisi janin. Kesehatan mental dan stabilitas mental selama masa kehamilan akan mempengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan. Anda memerlukan waktu untuk menenangkan diri ketika mengalami tanda-tanda depresi dari informasi parenting ini. Carilah solusi secepat mungkin bersama pasangan Anda.

About: admin


shares